Tuesday, 18 September 2018

PENCITRAAN ITU BAGIAN DARI TIPU MUSLIHAT KE DUSTAAN

*PENCITRAAN ITU BAGIAN DARI TIPU MUSLIHAT KE DUSTAAN*

Dusta adalah penyakit yang menghinggapi masyarakat di segala zaman. Ia adalah penyebab utama bagi timbulnya segala macam bentuk kejelekan dan kerendahan. Suatu masyarakat takkan lurus selamanya jika perbuatan dusta ini merajalela di antara individu-individunya. Dan suatu bangsa takkan bisa menaiki tangga kemajuan kecuali jika berlandaskan pada kejujuran..

Perbuatan dusta akan menimbulkan rasa saling membenci antara sesama teman. Rasa saling mempercayai antar sesama akan hilang, dan akan tercipta suatu bentuk masyarakat yang tidak berlandaskan asas saling tolong-menolong atau gotong royong. Apabila dusta sudah merajalela ke dalam tubuh masyarakat, maka hilanglah rasa senang dan keakraban antara anggota-anggotanya. Mengingat dampaknya yang sangat negatif dan membahayakan masyarakat, maka Islam melarang berdusta dan menganggap perbuatan ini sebagai perbuatan dosa besar..

Allah Ta'ala, berfirman:

وَقَالَ رَجُلٌ مُّؤْمِنٌ مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيمٰنَهُۥٓ أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَنْ يَقُولَ رَبِّىَ اللَّهُ وَقَدْ جَآءَكُمْ بِالْبَيِّنٰتِ مِنْ رَّبِّكُمْ  ۖ  وَإِنْ يَكُ كٰذِبًا فَعَلَيْهِ كَذِبُهُۥ  ۖ  وَإِنْ يَكُ صَادِقًا يُصِبْكُمْ بَعْضُ الَّذِى يَعِدُكُمْ  ۖ  إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِى مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ

"Dan seseorang yang beriman di antara keluarga Fir'aun yang menyembunyikan imannya berkata, Apakah kamu akan membunuh seseorang karena dia berkata, 'Tuhanku adalah Allah', padahal sungguh, dia telah datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu. Dan jika dia seorang penDUSTA maka dialah yang akan menanggung (dosa) DUSTAnya itu; dan jika dia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas dan penDUSTA."
(QS. Ghafir 40: Ayat 28).

Diayat yang lain Allah Ta'ala  berfirman:

فَمَنْ حَآجَّكَ فِيهِ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَآءَنَا وَأَبْنَآءَكُمْ وَنِسَآءَنَا وَنِسَآءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَل لَّعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكٰذِبِينَ

"Siapa yang membantahmu dalam hal ini setelah engkau memperoleh ilmu, katakanlah (Muhammad), Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istrimu, kami sendiri dan kamu juga, kemudian marilah kita bermubahalah agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang DUSTA."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 61).

Dalam hadits berikut ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 ان الصدق يهدى الى البر, ان البر يهدى الى الجنة, وان الرجل ليصدق حتى يكتب عند الله صديقا, وان الكذب يهدى الى القجور وان الفجور يهدى الى النار وان الرجل ليكذب حتى يكتب عند الله كذابا (رواه البخارى و مسلم

“Sesungguhnya kejujuran akan menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu akan menghantarkan kepada surga. Seseorang yang berbuat jujur oleh Allah akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya DUSTA itu akan menunjukkan kepada kezhaliman, dan kezhaliman itu akan menghantarkan ke arah neraka. Seseorang yang terus menerus berbuat DUSTA akan ditulis oleh Allah sebagai penDUSTA.” (HR. Bukhari dan Muslim ).

Pencitraan merupakan bagian dari tipu muslihat kedustaan, dan ini memang sudah ada sejak dahulu kala.
Dengan polesan seolah mengandung arti kata lebih moderat dan bijaksana, namun itu tetaplah perbuatan tercela lagi terhina.
Apalagi dilakukan oleh penguasa dan para pendukungnya, berbusana muslim jubah berkalung sorban seolah Islam sejati guna meraih simpati masyarakat untuk melanggengkan tipu muslihat kedustaannya, kemudian media ikutan pula mendukung dan mengkampanyekan kedustaan itu.
Lalu model macam apa pemimpin seperti ini!

Contoh kita lihat sejarah jatuhnya kekholifahan Turki Ustmani, yang salah satu penyebab terbesar nya adalah pencitraan.
Ketika wartawan mengabadikan Kamal Ataturk (tengah) berpose bersama Masyaikh dan Ulama Libya menggunakan sorban dari ujung rambut keujung kaki.
Foto itu diambil di kota Tripoli saat terjadi peperangan antara Khilafah Turki Ustmani mengusir pendudukan Italia, 1911-1912..

Awalnya mustafa kamal dicitrakan dekat dengan ulama, disambut bak pahlawan, ternyata pada akhirnya kebusukan dia muncul juga setelah menjadi orang no 1 Republik Turki Modern.
Mulai dari penghapusan sistem Khilafah Islam, mesjid mesjid & madrasah banyak ditutup, tulisan Turki berhuruf hijaiyah (serupa huruf jawi) diubah dengan huruf latin, libur hari jumat diganti dengan minggu, dicekal ke mekkah bagi warga yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dilarang membaca Al-Quran, dilarang keras semua hal berbau arab sampai azan pun gak boleh dikumandangkan dalam bahasa Arab, para ulama & ustadz dipersekusi atau dieksekusi, wanita muslimah harus buka jilbab dan berbagai aturan anti Islam lainnya..

Rasanya kemungkinan besar akan terjadi hal yang sama ketika dilihat dari perilaku dan perbuatan yang mulai nampak dilakukan penguasa dan para pengikutnya di negri ini.
Dan rakyat negeri ini memang selayaknya sudah hapal dengan berbagai wujud politik pencitraan. Berbagai gaya pencitraan yang membuat penilaian rakyat keblinger sudah pernah dirasa dan diderita. Sudah bukan zamannya lagi kita tertipu dengan politik tipu-tipu ala pencitraan sinetron atau iklan. Ini zaman menjadi muslim yang cerdas, yang menimbang bukan dengan kulit tapi dengan kualitas. Siapapun orangnya, bila mampu memimpin dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah , berbuat adil, membela kepentingan umat Islam layaknya Khulafaur Rasyidin, dialah pemimpin umat..
Wallahu a'lam
#HasmiBandung#
Share This To Your Friends

Related

0 Komentar