Sunday, 22 July 2018

Hukum Melihat Film Kartun yang berisi tentang ajaran Sihir Seperti DORAEMOn

:
#YUKBERTAUHID .
.

INNAMA NAHNU FITNATUN FALAA TAKFUR : SESUNGGUHNYA KAMI HANYA (COBAAN) BAGIMU SEBAB ITU JANGANLAH KAMU KAFIR .
.

Hukum Melihat Film Kartun yang berisi tentang ajaran Sihir dan kesyirikan seperti Dragon ball, Doraemon, Naruto dsb .
.

DORAEMON SI BONEKA AJAIB .
.

Konon kabarnya, Doraemon bisa pergi menjelajah di masa lalu dan di masa yang akan datang. Katanya, ia dapat mengadakan sesuatu yang belum ada menjadi ada dengan “kantong ajaibnya”. Dalam kartun, ia digambarkan sebagai tempat untuk dimintai segala sesuatu yang ghaib oleh temannya. Lihatlah bagaiman film kartun tersebut BETUL-BETUL MENYIMPANG dari aqidah .
.

Segala sesuatu telah ditetapkan waktu dan ajalnya oleh Allah Ta’ala. Makhluk tak mampu mengatur waktu sekehendaknya, baik itu memajukannya atau mengundurkannya. Makhluk tak akan mampu menyebrang dari zaman kekinian menuju zaman lampau atau sebaliknya .
.

Allah Ta’ala berfirman, “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu. Maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al-A’raaf: 34) .
.

Kartun Doraemon telah mengajarkan aqidah (keyakinan) batil dalam benak anak-anak kita tentang adanya makhluk yang memiliki kemampuan yang menyamai Allah Ta’ala. Makhluk ini digambarkan mampu mengadakan segala sesuatu yang belum ada menjadi ada. Padahal telah paten dalam Al-Qur’an dan Sunnah bahwa tak ada makhluk yang mampu melakukan segala sesuatu yang ia kehendaki, karena itu semua ada dalam kekuasaan Allah; itu hanyalah sifat yang dimiliki Allah .
.

Dia berfirman, "Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya." (QS. Al-Baqarah: 253) .
.

Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki." (QS. Huud: 107) .
.

Tak terasa si Doraemon pun mengajari anak kecil untuk MEMINTA DAN BERDOA KEPADA SELAIN ALLAH dalam perkara yang tak mampu dilakukan oleh seorang makhluk, hanya bisa dilakukan oleh sang Khalik, Allah Subhanahu wa Ta'ala .
.

Allah berfirman, “Dan Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyeru (berdoa) kepada seseorangpun di dalamnya di samping Allah.” (QS. Al-Jin:18 ) .
.

AbuAbdillahAl-Qurthubiy rahimahullah berkata, “Firman Allah ini adalah celaan bagi orang-orang musyrikin saat mereka berdoa kepada selain Allah di samping Allah di Masjidil Haram. Mujahid berkata, “Dulu orang-orang Yahudi dan Nashrani, jika masuk ke gereja dan kuil mereka, maka mereka mempersekutukan Allah (dalam beribadah). Maka Allah memerintahkan Nabi-Nya, dan kaum mukminin agar mereka memurnikan doanya hanya kepada Allah jika mereka masuk ke semua masjid.” (Lihat Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an: 19/21) .
.

DRAGON BALL .
.

Cerita dalam film ini banyak mengandung unsur Kekafiran seperti adanya penyembahan dewa-dewa seperti Dewa Emperor, Dewa Bumi, Dewa Gunung, Dewa Naga, dan lain-lain. Keyakinan ini seluruhnya berasal dari agama Budha, Hindu dan Shinto yang penuh dengan kebatilan dan kesesatan, sementara Allah hanyalah meridhai Islam sebagai agama yang benar .
.

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam." (QS. Ali Imran: 19) .
.

Mufassir ulung, Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Firman Allah Ta’ala tersebut merupakan pengabaran dari-Nya bahwa tak ada agama di sisi-Nya yang Dia terima dari seorang pun selain Islam, yaitu mengikuti para Rasul dalam perkara yang mereka diutus oleh Allah dengannya dalam setiap zaman sampai mereka (para rasul itu) ditutup dengan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang telah menutup semua jalan menuju kepada-Nya, selain dari arah Muhammad. Barangsiapa yang setelah diutusnya Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam menemui Allah dengan suatu agama yang tidak berdasarkan syari’atnya, maka agama itu tak akan diterima.” (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim: 1/471) .
.

Jadi, AGAMA APAPUN SELAIN ISLAM, seperti agama Buddha, Hindu, Shinto, dan lainnya, semuanya tak akan diterima oleh Allah, dan pelakunya akan merugi, karena kekafiran dirinya. Allah Ta’ala berfirman, "(artinya) Barangsiapa mencari agama selain agama islam, Maka sekali-kali tidakla

h akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imron: 85 ) .
.

Jika kita telah mengetahui kebatilan agama selain Islam, maka tak layak bagi kita dan anak-anak kita untuk berbangga, meniru, dan memuji orang-orang kafir itu, dan gaya hidup mereka, apalagi sampai memilih agama mereka sebagai pedoman hidup!! Jauhkanlah anak-anak kita dari orang-orang kafir, jangan sampai mereka bangga dengan orang-orang kafir. Bersihkanlah mulut dan telinga mereka dari istilah-istilah orang-orang kafir, dan paganisme dengan jalan membersihkan rumah kita dari benda pembawa petaka (televisi) yang berisi tayangan yang mendangkalkan, bahkan menghanguskan agama. Kita harus baro’ (berlepas diri) dari orang-orang kafir, dan sembahan-sembahan mereka .
.

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan Dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu, dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (QS. Al-Mumtahanah: 04) .
.

Ayat ini mengajarkan kepada kita agar punya pendirian terhadap orang-orang kafir. Kita harus tegas dalam menampakkan keyakinan kita. Jangan malah kita yang bangga dan tertipu dengan kekafiran mereka, karena hanya sekedar kemajuan semu yang mereka capai di dunia ini .
.

Melihat fenomena banyak diantara kaum muslimin yang tidak menyadari tentang bahaya sihir dan tipu daya setan dalam menyesatkan manusia dengan ajaran ajaran sihirnya yang di tontonkan melalui media masa seperti Film kartun Naruto, Dragon Ball, Anime, dan film kartun yang di dalamnya mengandung ajaran kesyirikan/Kekafiran dan Sihir yang nyata. perlu diketahui bahwa Sihir adalah salah satu perbuatan yang bisa MEMBATALKAN DUA KALIMAT SYAHADAT .
.

Diantara contohnya Ash shorfu (Yaitu sihir untuk memisahkan dua orang atau suami istri) Al Athfu (Yaitu sihir untuk mrnyatukan dua orang atau suami istri) Barang siapa yang MELAKUKANYA atau RIDHO TERHADAPNYA MAKA DIA KAFIR. Dalilnya adalah "sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir" [Al Baqoroh : 102] (Nawaqidul Islam No.7) .
.

Orang orang kafir tidak akan pernah Ridho terhadap dienul islam dan siapa saja yang berpegang teguh denganya, maka orang orang kafir akan memikirkan segala daya dan upaya untuk membuat kita mengikuti Millah mereka, Agama mereka, Gaya hidup mereka, Dan cara berfikir yang sama dengan mereka. yaitu kekafiran dan murtad dari agama Allah salah satunya adalah dengan pintu Sihir yang mereka ajarkan melalui Film Film kartun yang dianggap oleh masyarakat sebagai hal yang biasa. Allah Subhanahuwata'ala berfirman : "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. (Al-Baqarah : 120) .
.

Ibnu Jarrir mengatakan : Yang dimaksud dengan Firmanya itu adalah "Hai Muhammad orang orang yahudi dan nasrani tidak akan pernah Rela kepadamu selamanya, karena itu tidak usah lagi kau cari hal yang dapat menjadikan mereka rela dan sejalan dengan mereka. akan tetapi arahkan perhatianmu untuk mencapai Ridho Allah dengan mengajak mereka kepada kebenaran yang kamu diutus denganya" (Tafsir Ibnu Katsir) .
.

Allah Subhanahuwata'ala berfirman "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran/Murtad dari Agama Allah), seandainya mereka sanggup. (Al-Baqarah : 217) .
.

Orang orang kafir akan tetap memerangi umat islam sampai umat islam meninggalkan Tauhid, mereka memeranginya dengan pembantaian genosida (pembantaian masal umat islam : seperti yang terjadi di Bosnia, Rohignya, dll), memenjarakan para ulama, dan juga Ghozul Fikri (Perang pemikiran). mereka memerangi umat islam secara fisik dan pemikiran salah satu pintu dalam menghancurkan Tauhid umat islam adalah dengan TV dan Film film yang mengajarkan tentang K

esyirikan dan Sihir yang dihias sedemikian rupa sehingga tipu dayanya meracuni Aqidah umat islam dengan tujuan umat islam akan Batal keislamanya (Murtad) atau Berganti Millah kepada Millah Kafir (MURTAD) SECARA SADAR ATAU TIDAK SADAR .
.

Barang siapa yang melakukanya (Sihir) atau ridho terhadapnya maka DIA KAFIR." (Nawaqidul Islam No.7) .
.

Bukan hanya penyihirnya saja yang kafir akan tetapi Ridho dengan kekafiran adalah kekafiran, dan duduknya seseorang di majlis kekafiran tanpa pergi dari majlis tersebut Allah mengancam dalam An Nisa 140 dengan "Apabila begitu maka kalian sama saja dengan mereka" karena tidak perginya seseorang dari majlis kekafiran adalah bentuk Ridho dan pelapangan dadanya terhadap kekafiran meskipun ia mengeklaim bahwa hatinya masih tentram dengan keimanan. maka anggapanya itu ditolak karena sikapnya tidak pergi dari majlis kekafiran tersebut .
.

Allah Subhanahuwata'ala berfirman : "Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. (An-Nisa' : 140) .
.

Sangat jelas bahwa Allah memvonis Kafir orang yang duduk di majlis kekafiran tanpa dipaksa dan tanpa mengingkari, dan sikap hadir di dalam majlis kekafiran tanpa pengingkaran dengan tangan atau lisan itu adalah bentuk Ridho meskipun dirinya mengeklaim tidak Ridho .
.

Imam Al Qhurtubi Rohimahulloh mengatakan dalam tafsirnya : "Sesungguhnya kalian bila begitu sama dengan mereka" : (yaitu) barang siapa tidak menjauhi mereka , maka berarti telah MERIDOI perbuatan mereka, sedangkan ridlo dengan kekafiran itu adalah kekafiran. Oleh sebab itu setiap orang yang duduk di majlis maksiat tanpa mengingkari mereka , maka dia itu sama dengan mereka dalam hal dosa. Bila tidak mempu untuk mengingkari mereka, maka seharusnya dia pergi meninggalkan mereka supaya dia tidak menjadi bagian orang-orang yang dimaksud ayat ini" (Ahkamul Qur'an :5/418) .
.

Hal yang dilakukan apabila melihat saudaranya melihat Film yang mengajarkan kesyirikan atau sihir maka wajib atasnya untuk inkarul munkar dengan tangan, lisan, atau hati (pergi) dan pengingkaran hati adalah keimanan yang paling lemah dan tidak ada iman setelahnya. dan syarat inkarul munkar adalah tidak menimbulkan kemungkaran yang lebih besar .
.

Rosululloh Shollallahu'alaihiwasallam bersabda : "Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran maka hendaklah dia merubahnya dengan tangannya, dan bila dia tidak mampu maka hendaklah dengan lisannya dan bila tidak mampu maka hendaklah dengan hatinya, dan itu adalah iman yang paling lemah". (Shahih Muslim dari Abu Sai'd Al Khudriy) .
.

Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah ibnu Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata tentang Surah An Nisa : 140 :  "Bahwa makna ayat ini adalah sesuai dhahirnya, yaitu  bila seseorang mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olok terus dia malah ikut duduk bersama orang-orang kafir yang memperolok-olok itu tanpa dipaksa, tanpa pengingkaran dan tanpa pergi meninggalkan mereka sampai mereka beralih pada pembicaraan yang lain, maka dia kafir sama seperti mereka walaupun dia tidak melakukan apa yang mereka lakukan, karena sikap (tidak pergi) itu mengandung ridho dengan kekafiran dan sedangkan ridho dengan kekafiran itu adalah kekafiran dan dengan ayat ini dan ayat lainnya para ulama berdalil bahwa orang yang ridho dengan dosa adalah sama dengan pelaku dosa itu, kemudian bila dia mengklaim bahwa dia membenci hal itu dengan hatinya maka klaim ini tidak bisa diterima darinya, dikarenakan vonis hukum itu adalah berdasarkan dhahir, sedangkan dia itu telah menampakkan kekafiran maka dia itu menjadi kafir " (Majmu'attauhid: 48) .
Dan para ulama telah ijma'  bahwa barangsiapa mengucapkan atau melakukan kekafiran maka dia kafir saat itu juga karena pelapangan dadanya dengan (kekafiran) itu, selagi dia TIDAK DIPAKSA, dikarenakan ridlo dengan kekafiran itu adalah kekafiran. Berniat untuk melakukan kekafiran adalah kafir saat itu juga dan begitu juga andaikata dia bimbang apakah (melakukan) kekafiran (atau jangan) maka kafir saat itu juga, dan begitu juga menggantungkan kekafiran dengan sesuatu yang akan datang maka kafir saat itu juga". (Kifayatul Akhyar : 22)
Sangat jelas disini bahwa Berniat melakukan kekafiran, maka dia kafir saat itu juga, dan melapangkan dadanya duduk di majlis kekafiran (Sihir) tanpa ikroh dan mengingkari maka dia kafir saat itu juga. lantas bagaimana bersikap apabila anak anak terlanjur sangat menyukai Film Film Kartun yang mengajarkan tentang sihir..? maka orang tua harus bertaubat kepada Allah subhanahu wata'ala dan menasehati mengajak anak untuk bertaubat dan tidak mengulangi perbuatan itu lagi karena Film Kartun Yang berisi tentang ajaran ajaran sihir adalah berisi tentang ajaran kekafiran yang harus di jauhi dan diingkari .
.

Wallahua'lam .

Sumber : Ibnu Qudamah Al Arkhabiliy (Dengan Sedikit Penambahan)
Share This To Your Friends

Related

0 Komentar